oleh

2022, Perpustakaan Moderen Regional Library Sultra Sudah dapat Diakses

Redaksi

Kendari – Tahun 2022 Perpustakaan Moderen Regional Library Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terletak di Jalan Sao-Sao, Kecamatan Kadia, Kota Kendari Sudah dapat Diakses oleh masyarakat. Perpustakaan yang digadang-gadang bertaraf internasional tersebut memiliki tujuh lantai dan menjadi salah satu proyek strategis Pemprov Sultra di bawah kepemimpinan Gubernur Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas (Aman). Perpustakaan internasional tersebut dirancang menjadi pusat literasi bagi masyarakat Sultra, khususnya Kota Kendari dan diproyeksikan menjadi wisata edukasi.

Moderen Regional Library Sultra mengusung tema Arsitektur hijau atau yang dikenal secara global dengan sebutan green architecture yang merupakan salah satu aliran arsitektur yang berfokus pada arsitektur yang ramah lingkungan sehingah dapat mengundang orang untuk hadir di perpustakaan, mengakomodir kebutuhan masyarakat dengan menyiapkan ruang dan suasana yang nyaman.

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Pahri Yamsul menyebut Moderen Regional Library Sultra mulai dibangun sejak tahun 2019 dan bakal rampung pada tahun 2022.

Baca Juga: Pakai Slogan Ini, Sekolah SMA 12 Bombana Berhasil Suntik Vaksin Ratusan Siswanya

“Gedung ini dia multifungsi, dia bukan cuman sekedar perpustakaan tapi ada juga di dalam. Ruang seni, panggung theater, tempat pelatihan-pelatihan ataupun mengetahui hal-hal terkait literasi digital,” jelasnya.

Selain konsepnya yang mengunakan green architecture, Moderen Regional Library Sultra dapat menampung 2000 samapai 3000 orang sekaligus. Termasuk kaum disable.

Baca Juga: Dorong Minat Baca Masyarakat, Perpustakaan Modern Sultra Digunakan Multifungsi

“Lantai dua akan terdapat ruang teater, ruang buku cadangan, rumah edukasi narkoba, ruang belajar atau ruang internet, ruang baca anak, ruang baca lansia dan disabilitas, serta musala, Lantai tiga terdapat ruang rapat, ruang seminar dan ruang baca monografi dan lantai empat terdapat ruang publik terbuka, ruang koleksi berkala, ruang koleksi referensi, ruang koleksi deposit, ruang server, serta ruang pengolahan bahan perpustakaan,” jelasnya.

“Untuk lantai lima terdapat layanan naskah kuno, ruang konservasi, layanan audio visual, executive lounge, dan ruang publik. Lantai enam khusus perkantoran, serta lantai tujuh terdapat ruang fumigasi, ruang baca terbuka, serta cafe baca,” tambahnya.

Pahri Yamsul juga mengungkapkan fasilitas literasi nantinya akan lebih mengarah pada literasi digital, agar mepermudah masyarakat dalam mengakses berbagai macam buku di seluruh dunia.

“Fasilitas literasi 80 persen mengunakan literasi digital sedangkan 20 persen membaca buku secara langsung,” Pungkasnya.

 

Terkini