oleh

Amankan Pilkada Serentak di Tujuh Daerah, Polda Sultra Terjunkan 2.113 Personil

Reporter : Andri Sutrisno

KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menerjunkan 2.113 personil untuk pengamanan Pilkada serentak di tujuh daerah di Sultra, 9 Desember 2020 mendatang.

Ribuan personil tersebut dilepas secara resmi oleh Wakapolda Brigjen Pol Waris Agono, M.Si, Kamis 3 Desember 2020, dalam apel pelepasan yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Polda Sultra.

Brigjen Pol Waris Agono, M.Si menjelaskan, pelaksanaan peran Polri dalam mengawal dan mengamankan proses Pilkada harus optimal.

“Apel pergeseran personil ini sebagai wujud persiapan personil serta pengecekan sarana prasarana sebelum diterjunkan ke lapangan sehingga yang telah dipersiapkan dapat berjalan dengan optimal guna menyukseskan Pilkada Serentak 2020,” jelasnya

Wakapolda Brigjen Pol Waris Agono, M.Si, Melepas Ribuan personil dalam apel pelepasan yang dilaksanakan di Lapangan Upacara Polda Sultra. Kamis 3 Desember 2020.

Diungkapkannya, PAM BKO Polda Sultra sebanyak 2.113 personil yang terdiri dari pengamanan TPS sebanyak 920 personil, Dalmas Polda 196, Polair Polda Sultra 27, Brimob Polda Sultra dan Brimob Nusantara 918, Pamenwas 38, dan PJU Polda Sultra Sebanyak 14 personil

“Semua personil punya tugas yang sama dalam pengawasan Pilkada serentak di tujuh daerah ini, saya selalu menanamkan kepada seluruh personil Polda Sultra agar selalu profesional dalam semua tugas yang diberikan,” ujarnya

Meski penyelenggaraan kampanya di tujuh daerah dikatakan aman, tertib, lancar dan kondusif kata Brigjen Pol Waris, namun Polda Sultra, harus tetap melakukan upaya pengamanan dengan maksimal hingga hari yang ditentukan.

“Kita harus serius dalam pengamanan Pilkada, agar tidak terjadi gangguan keamanan bersifat komunal, terlebih setelah kampanye, kita akan dihadapkan pengamanan masa tenang, proses pemungutan suara dan penghitungan suara,” tuturnya

Brigjen Pol Waris juga menekankan seluruh personil, agar menjaga netralitas Polri dalam melaksanakan pilkada serentak 2020.

“Dan meminimalisir tindakan kontra produktif yang justru dapat mencerai nilai-nilai demokrasi dan menurunkan citra Polri,” pungkasnya.

Terkini