oleh

BMKG Sultra Ungkap Hari Ini Butur Digoyang Gempa Tiga Kali

-Kendari-82 dibaca

Reporter : Ferito Julyadu
Editor : Ardilan

KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara (Sultra), melalui Stasiun Geofisika (Stageo) menginformasikan Kabupaten Buton Utara (Butur) tepatnya wilayah Buranga diguncang gempa hingga tiga kali dalam sehari ini (Selasa).

Menurut BMKG Sultra, Gempa di Burangan pertama terjadi dini hari pukul 05.32 WITA dengan kekuatan 4,2 Skala Riters (SR). Aktifitas gempa kedua pukul 19.14 WITA berkekuatan 2,9 SR dan gempa ketiga pukul 20.28 WITA yang berkekuatan 3,4 SR.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini terjadi dengan selisih waktu 13 jam, dan 14 jam dari gempabumi pertama. Ketiga episenter tersebut berlokasi di darat pada arah Barat Laut Buranga, Kabupaten Butur, Sultra pada kedalaman 10 dan 9 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Buton Segmen B di Barat Laut Buranga,” ungkap Kepala Stageo Kendari, Rosa Amelia, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), Selasa 18 Agustus 2020.

Rosa Amelia menyebut, guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di Maligano dengan Intensitas II- III MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, serta benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“Gempa ini juga dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami

“Kedua kejadian gempa bumi terakhir merupakan rangkaian gempa bumi susulan yang terjadi pada dini hari tadi,” bebernya.

BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ia menambahkan masyarakat agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Serta periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum warga kembali ke dalam rumah.

Terkini