oleh

BP2JK Sultra Siapkan Strategi Bagi Para Pengusaha Sebelum Ikut Lelang

Penulis : Sardin.D

KENDARI – Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Kontruksi (BP2JK) Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) siapkan strategi bagi pengusaha-pengusaha Sultra sebelum mengikuti pelelangan.

Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Kontruksi Wilayah Sultra, Ir. Syaiful Rijal R., M.Si mengatakan di tahun 2021 ini pihaknya telah melakukan pelelangan sebanyak kurang lebih 144 paket dari beberapa honor, dari honor balai BWS, Cipta Karya, Bina Marga Pemukiman dan Perumahan dan sekarang sudah hampir selesai 100% paket-paket pelelangan tahun 2021 ini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) disini telah membuat strategi untuk menghadapi pelelangan tahun 2022 mendatang, jadi ada beberapa tahapan yang perlu didengar dan di lakukan, diantaranya tahapan pertama.

Diusahakan agar para balai untuk mempersiapkan paket-paket dari beberapa paket minimal 30-50% untuk diprioritaskan masuk dilelang dini pada bulan Oktober.

“Jadi sekarang ini para balai harus menyiapkan data dan dokumen termasuk akta, jenis kriteria, DND, KAK agar nanti pada saat pembahasan di BP2 JK tidak terlalu lama lagi cukup untuk reviuw dokumen saja,” terangnya.

“BP2JK ini harus kami sosialisasikan terus karna memang banyak penyedia-penyedia yang belum memahami,” tambahnya.

Syaiful kemudian mengimbau agar penyedia-penyedia di Sultra ini rajin membaca karna aturan-aturan ini selalu dinamis jadi ia menyarankan jangan ketinggalan, dan pihaknya juga sebenarnya membuka ruang untuk konsultasi terkait apa yang perlu dipertanyakan.

Lebih lanjut Syaiful menerangkan memang dalam aturannya tidak boleh ada pinjam-pinjam bendera, tapi terus terang pihaknya di Pokja tidak bisa mendeteksi tentang hal itu sebab yang mendaftar itu perusahaan yang bersangkutan setelah proses pengadaan evaluasi ataupun klarifikasi ataupun pembuktian itu semua personil dari perusahaan itu sendiri.

“Kami juga susah mendeteksi karna yang datang juga itu bukan dari Pok tapi dia ada kuasa sesuai dengan akta pendirian perusahaan,” bebernya.

Sementara itu pelelangan dikatakan berhasil jika masih berpegang pada prinsip itu sendiri. terus terang di Pokja BP2JK, ia kembali mengimbau agar pihaknya jangan terpengaruh dengan adanya suap karna itu bisa menggangu integritas atau profesional, kalau yang dipilih benar benar bagus dan itu juga nantinya akan membgambarkan pelaksanaannya bagus.

“Jadi untuk anggaran tahun 2022 dilelangkan bulan Oktober tahun 2021 ini jadi ini kami katakan lelang dini. Pada saat tahun anggaran baru sudah terbit langsung bisa kontrak di Bulan Januari jadi peredaran perputaran uang APBN itu bisa beredar di Januari dan biasanya bulan lalu dari bulan April hingga Mei jadi lambat prosesnya,” terangnya.

Selanjutnya Syaiful berharap kedepan pengusaha-pengusaha di Sultra ini bisa berpartisipasi untuk bersaing dengan pengusaha -pengusaha dari luar, dan juga untuk pengusa kecil di ruang sekarang ini paket-paketnya tidak besar lagi, hanya paket kecil dan menengah agar meraka bisa berpartisipasi, dan juga pengusaha dia minta untuk banyak membaca aturan sehingga tidak ada lagi yang dikatakan kalah dalam proses pelelangan, karna pihaknya juga siap membantu memberikan informasi sebelum pelengangan,” harapnya.

“Ibaratnya kami pelatih bola bisa memberikan informasi dan strategi sebelum pertandingan tapi kalau pertandingan sudah selesai pelatih itu tidak boleh lagi masuk di pertandingan karna sudah selesai,” tutupnya.

Terkini