oleh

Buka Raker BEM se-Sultra, Ali Mazi Paparkan Visi Pemprov

-Kendari-430 dibaca

Reporter : La Ato

KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H Ali Mazi, SH memaparkan visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra Periode 2018-2023 saat membuka Rapat Kerja (Raker) Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sultra yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kendari, Senin 30 November 2020.

Politisi NasDem ini menguraikan arah dan sasaran kebijakan Pemprov Sultra periode 2018-2023 telah tercantum dalam sebuah visi mulia, yakni terwujudnya Sultra yang aman, maju, sejahtera, dan bermartabat, yang kemudian dijabarkan dalam empat visi agenda, yakni pembangunan daerah yang dipertajam dalam lima program prioritas, terdiri dari Sultra berbudaya dan beriman, Sultra cerdas, Sultra sehat, Sultra produktif, dan Sultra peduli kemiskinan.

“Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut diupayakan melalui pendekatan strategi gerakan akselerasi pembangunan daratan dan kepulauan, atau yang kita kenal dengan akronim GARBARATA. Semua hal tersebut termuat secara jelas dalam RPJMD Sultra tahun 2018-2023,” terang Gubernur Sultra, H Ali Mazi, SH.

Orang nomor satu di Bumi Anoa itu menjelaskan arah sasaran dan strategi pendekatan pembangunan daerah Sultra terdapat beberapa kenyataan yang perlu menjadi perhatian semua.

Pertama, kata Ali Mazi, yaitu penyelenggaraan pemerintah, pembangunan, dan pelayanan publik di Sultra diperhadapkan dengan kenyataan yang tidak mudah, seperti kondisi geografis yang meliputi pegunungan, bukit, lembah dan pulau-pulau yang terpencar, keragaman etnis, budaya, bahasa, latar belakang sejarah, struktur ekonomi yang beragam, dan termasuk potensi wilayah dan Sumber Daya Manusia yang berbeda-beda.

“Semua ini merupakan fakta yang harus dipikirkan secara holistik dan kolektif untuk mengakselerasi pembangunan daerah guna mewujudkan Sultra yang lebih baik, maju di segala bidang,” tegasnya.

Kenyataan yang kedua, lanjut Ali Mazi, daerah Sultra yang dilimpahi berbagai kekayaan alam yang sangat melimpah, mulai dari darat hingga lautan, dari permukaan bumi hingga perut bumi.

Menurutnya, semua ini menjadi modal dasar untuk kesejahteraan rakyat. Tentunya bila dikelola dengan baik dan bijak, melalui pendekatan yang tepat.

“Selanjutnya adalah kebijakan pembangunan nasional dan daerah yang selalu bersentuhan dengan pemanfaatan berbagai sumber daya. Tentu selalu ada pro dan kontra yang harus disikapi secara bijak, karena pro dan kontra kebijakan akan mendorong hadirnya proses pembangunan yang lebih bertanggung jawab, lebih terencana, terkawal, lebih cermat, dan lebih terkontrol,” bebernya.

Ia juga mengatakan situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang telah memberikan dampak negatif bagi perekonomian di seluruh lapisan masyarakat dan secara nyata telah mengganggu aktivitas sosial kesehatan masyarakat.

“Dari apa yang saya kemukakan ini, saya menggaris bawahi bahwa kita semua memiliki tanggung jawab terhadap persoalan nasional dan daerah. Kita memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan pembangunan, baik yang sedang maupun yang akan kita lakukan ke depan,” pintanya.

Ia menambahkan dirinya berharap sebagai organisasi kepemudaan yang menjadi mitra kritis pemerintah, BEM se-Sultra bisa menjadi wadah penyambung suara yang aktif dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa dan masyarakat Sultra.

“Selaku generasi muda bangsa, adik-adik mampu melahirkan ide-ide cemerlang dalam merespon berbagai permasalahan daerah dan dinamikanya, serta mengawal penyelenggaraan pemerintah dalam kebijakan pembangunan dan pelayanan publik yang diselenggarakan jajaran pemerintah daerah,” pungkasnya. (3).

Terkini