oleh

Digital Creative Millennials Dorong Creativepreneur Bertransformasi Digital

-Kendari-82 dibaca

Reporter : La Ato

KENDARI – Digital Creative Millennials merupakan salah satu program corporate social responsibility (CSR) unggulan dari Telkomsel untuk memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan industri kreatif dan mendukung generasi muda di Indonesia berani berbisnis menggunakan saluran digital.

Peran tersebut kini diupayakan dengan menyelenggarakan workshop secara virtual pada 19 November 2020. Workshop ini memberikan insight bermanfaat untuk mendorong transformasi digital di berbagai lini bisnis kepada 143 pemilik usaha dan creativepreneur yang hadir.

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin mengatakan, workshop dari Digital Creative Millennials (DCM) menjadi sebuah kegiatan interaktif yang mampu memfasilitasi para pemilik usaha dan creativepreneur untuk mengembangkan potensi bisnisnya dengan berbekal transformasi digital yang diterapkan secara holistis.

“Diharapkan kegiatan ini akan mendorong semakin banyak inovasi yang muncul dari para palaku industri yang muda, kreatif, dan digital savvy, sehingga berbagai industri di Indonesia dapat terus bergerak maju mengikuti perkembangan terkini,” katanya dalam rilis yang diterima Mediakendari.com, Jumat, 20 November 2020.

Tema besar transformasi digital yang diangkat dalam workshop ini diturunkan menjadi beberapa topik bahasan, mulai dari ideation concept strategy, business analytics, production planning, selling automation, business advertising, dan webstore development.

Untuk mengupas topik-topik tersebut, workshop yang digelar DCM ini menggandeng para creativepreneur dan praktisi ahli, seperti Yukka Harlanda (Founder Brodo), Samuel Sabandar (Founder SSDC), Adrian Gilrandy (Co-Founder Prakasa Triputra Solusi), Laura Mellisa Minnesota (Digital Marketing for SME Specialist Telkomsel), dan Dipta Imanto (CEO Prakasa Triputra Solusi).

Pada topik webstore development, Samuel Sabandar, selaku founder SSDC menjelaskan pentingnya pengembangan situs dalam mengembangan bisnis, termasuk untuk beradaptasi terhadap dampak pandemi.

“Bisnis online di Indonesia akan terus hidup dan berkembang. Secara statistik, Indonesia punya lebih dari 260 juta penduduk. Dengan fenomena yang membuat orang-orang semakin memanfaatkan platform online. Ini menjadi kesempatan bagi UMKM dan pelaku usaha lokal untuk bisa bersaing. Kuncinya adalah dengan segera membangun bisnis online yang memiliki media sosial dan situs resmi,” paparnya.

Sementara itu dalam pembahasan ideation concept strategy, Yukka Harlanda menekankan pentingnya melakukan riset yang dapat mendukung berjalannya ide serta menangkap feedback yang dapat memperbaiki ide tersebut.

“Masa depan industri memang sulit ditebak, tapi sekarang ini merupakan momentum bagi bisnis digital untuk menjadi pilihan bagi masyarakat. Maka dari itu, kita semua sudah harus punya kehadiran yang kuat di dunia maya, karena industri sedang mangarah ke online. Selain itu, kita bisa terus maju di situasi seperti ini dengan menyesuaikan produksi yang mampu dimodifikasi secara cepat sesuai feedback dari pelanggan, serta memaksimalkan produksi di dalam negeri,” paparnya.

Terakhir, Adrian Gilrandy dan Dipta Imanto menjelaskan manfaat dari pengelolaan data menggunakan platform berbasis cloud, seperti ePTS. Sehingga data yang disimpan dan diolah sudah terintegrasi ke berbagai perangkat yang memudahkan pelaku bisnis dalam menjalankan business analytics, production planning, hingga selling automation.

Sementara Laura Mellisa Minnesota memberikan insigth mengenai solusi Telkomsel MyAds yang mampu memudahkan pemilik usaha dalam beriklan digital secara efektif.

Untuk diketahui, workshop ini merupakan lanjutan webinar dari Digital Creative Millenials yang diadakan 28 Oktober lalu. Rangkaian inisiatif dari Digital Creative Millenials untuk tahun 2020 akan berlangsung hingga Desember mendatang.

Informasi lebih lanjut mengenai program-program Digital Creative Millenials dapat diperoleh di akun instagram @digitalcreativemillenials dan situs http://www.digitalcreativemillenials. (3).

Terkini