oleh

Gempabumi Tektonik Magnitude 5,3 Guncang Kendari, Tidak Berpotensi Tsunami

-Kendari-524 dibaca

Redaksi

KENDARI – Gempa tektonik mengguncang wilayah Kota Kendari dan sekitarnya Kamis, 03 Desember 2020 pukul 03:36:21 WIB, dengan magnitudo  M=5,3.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari menyebutkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 3.41 LS dan 123.37 BT.

Untuk lokasi tepatnya yakni berada di laut pada jarak 78 km arah Timur Laut Konawe- Kepulauan Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 10 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengungkapkan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust fault),” kata Rahmat Triyono dalam keterangan persnya, Kamis, 03 Desember 2020.

Menurutnya, guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Kendari III-IV MMI dengan kondisi dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Selain itu, guncangam gempa ini juga terjadi di Konawe Selatan, Konawe Kepulauan dengan kekuatan II-III MMI atau kategori getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.

Rahat juga mengungkapkan, Hingga hari Kamis, 03 Desember 2020 pukul 04:45 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Dirinya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” pungkasnya.

Terkini