oleh

Hari Amal Bakti Kemenag RI Ke -75, Gubernur Sultra Tegaskan Tiga Pilar Kerukunan

-Kendari-246 dibaca

Reporter : Haris Anda Dinata

KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menegaskan pentingnya tiga pilar kerukunan bagi jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal tersebut ditegaskan Ali Mazi saat menjadi inspektur upacara puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-75 di halaman Kanwil Kemenag Sultra, Selasa 5 Januari 2020.

Gubernur Sultra Ali Mazi saat membacakan sambutan Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas menuturkan, peringatan HAB tahun 2021 dengan tema Indonesia Rukun sinergis dengan semangat nasional.

“Kerukunan antara umat beragama sebagai salah satu modal bangsa ini untuk maju. Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia,” terang Ali Mazi.

Dijelaskannya juga, toleransi dan kerukunan antarumat beragama harus dilakukan dengan tanpa mengusik akidah dan keimanan masing-masing dari para pemeluk agama.

“Pengalaman membuktikan toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan pihak yang lain berpegang pada hak-haknya sendiri. Toleransi dan kerukunan ada dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Dipaparkannya juga, mengambil makn dari peringatan HAB ke-75, semangat Kemenag baru adalah semangat baru dalam mengelola Kemenag yang dapat diterjemahkan dengan tiga kata kunci.

Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan.

Kedua, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.

Ketiga, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan.

“Saya mengajak kita semua mari mengedepankan akal sehat dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan saat ini maupun di masa-masa yang akan datang,”pungkasnya. /B

Terkini