oleh

Kepala BPPW Sultra Tekankan Kontraktor Proyek SPAM Sampolawa Diselesaikan Tepat Waktu

Reporter: Arto Rasyid
Editor: Sardin.D

KENDARI – Pejabat pengganti sementara (Pgs) Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sultra, Endra Bekti Nusantra tekankan kontraktor agar pembangunan sistem pengembangan air minum (SPAM) ibu kota kecamatan (IKK) Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan (Busel) dapat diselesaikan tepat waktu.

Lantaran progres dari mega proyek yang menelan anggaran APBN sebesar Rp. 11,9 miliar itu terbilang lamban atau baru mencapai 40 persen terhitung sejak dilakukan penanda tanganan kontrak pada medio Maret 2021 lalu dengan masa waktu pelaksanaan 210 hari kalender.

Sementara untuk memastikan, Endra menegaskan agar kontraktor segera menambah tenaga kerja dan penambahan jam kerja (lembur) atau bekerja dengan sistem shif guna percepatan progres.

Baca Juga: Pengamat Politik UHO Nilai KSK Teratas dari Seluruh Cagub Sultra

“Tim akan memastikan agar progres pekerjaan terealisasi dengan baik karena masyarakat sudah menantikan dan semoga segera bisa termanfaatkan sesuai dengan kapasitas yang kita bangun,” tegas Endra, Sabtu, 24 September 2021.

Lambannya progres pembangunan SPAM IKK Sampolawa, terindentifikasi saat rombongan BPPW Sultra melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) pada Jumat, 17 September 2021 lalu.

Disebabkan para pekerja tidak dapat bekerja secara maksimal ditambah dalam proses pengiriman material diantaranya plat baja untuk pembangunan unit produksi instalasi pengolahan air (IPA) dan tempat penampungan air (reservoir) ikut terhambat.

Baca Juga: Konferensi PWI Sultra Digelar Besok, Peserta Diwajibkan Swab Antigen

“Kendala pekerja tidak masksimal dilapangan akibat kondisi cuaca dan pengiriman meterial sempat terganggu dimasa PPKM, tapi untuk pemasangan IPA dan reservoir saat ini sudah bisa dikerja karena materialnya sudah tiba,” ujarnya.

Endra menjelaskan dalam pembangunan SPAM IKK Sampolawa juga terdapat dua paket pekerjaan konstruksi yakni pembangunan unit produksi instalasi pengolahan air (IPA) disertai bangunan penunjang dan pemasangan pipa jaringan distribusi utama (JDU) air.

Menurut Endra, hal terpenting dalam proses perampungan pembangunan SPAM IKK Sampolawa adalah sinkronisasi dengan perusahaan daerah air minum (PDAM) sebagai tindak lanjut dari pekerjaan yang telah diselesaikan berupa pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi dari mata air ke reservoir.

Baca Juga: Polri Bersinergi dengan BEM dan OKP Gelar Vaksinasi Merdeka se-Indonesia

“Kita harapkan progresnya bisa selesai tepat waktu karena masyarakat sudah menunggu beroperasinya SPAM Sampolawa,”harapnya.

Sementara itu, pejabat pembuat komitmen (PPK) pengembangan sistem penyediaan air minum (PSPAM), Eka Agus Subiantoro menjelaskan, SPAM IKK Sampolawa memiliki resevoir 400 M³ dengan kapasitas IPA 20 liter per detik, pipa pelayanan (tersier) sepanjang 13 kilometer (Km) yang mampu melayani 6.000 pipa sambungan rumah (SR) didua kecamatan.

“Saat ini pipa SR sudah terpasang dirumah keluarga penerima manfaat (KPM) melalui danah hibah air minum perkotaan. Adapun kendala yang terjadi dalam proses pelaksanaan lebih disebabkan faktor cuaca, harapannya dapat diselesaikan tepat waktu,”tutupnya.

Terkini