oleh

Ketua ATL Sultra Sebut Ini Tantangan Pengembangan Tradisi Lisan

-Kendari-238 dibaca

Reporter : La Ato

KENDARI – Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Sulawesi Tenggara (Sultra), Prof Usman Rianse menyampaikan, bahwa di era digital saat ini tantangan generasi penerus tradisi lisan ada dua.

Kedua tantangan tersebut yakni adanya beberapa generasi yang sudah tidak tertarik dengan tradisi lisan dan generasi yang secara spiritual merasa tradisi lisan tidak memiliki ketertarikan.

Hal ini diungkapkan Mantan Rektor UHO itu dalam sambutan penghargaan ATL Pusat kepada Gubernur Sultra, Ali Mazi, Selasa malam, 15 Desember 2020 di salah satu hotel yang ada di Kota Kendari.

“Dua tantangan itu memiliki pengaruh yang sangat kuat. Ini bermula dari bagaimana cara kita memaknai kearifan lokal atau tradisi lisan yang kita miliki,” terang Prof Usman Rianse.

Menurutnya, untuk menunjukan jati diri bangsa, penting untuk mengimplementasikan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan lahir dalam rangka melindungi, memanfaatkan, dan mengembangkan kebudayaan Indonesia.

“Dan untuk mengimplementasikan ini salah satu kuncinya adalah dukungan semua pihak,” ucapnya.

Di kesempatan tersebut, dirinya juga menyarankan agar di hotel-hotel diadakan acara khusus minimal dua bulan sekali, seperti penampilan dari karya-karya budaya, berupa seni pertunjukan.

“Ini kita lakukan untuk melestarikan budaya yang kita miliki, sehingga mampu diwariskan dari generasi ke generasi. Dan saya pikir ini bisa menjadi salah satu solusi dari permasalahan kita,” pungkasnya.

Terkini