oleh

Ketua DPRD Sultra Sesalkan Demonstrasi Berakhir Ricuh

Reporter : Sardin.D
Editor : Ardilan

KENDARI – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdurrahman Shaleh menyesalkan aksi demonstrasi penolakan RUU Omnibus Law di gedung DPRD Sultra berakhir ricuh.

“Saya sangat menyayangkan kericuhan ini karena dari pagi kami menerima aspirasi masa aksi. Tapi saya yakin masa aksi memperjuangkan yang terbaik buat negeri ini,” kata Abdurrahman Shaleh, Kamis 08 Oktober 2020.

Menurutnya, setelah pihak Dewan menerima masa aksi terdapat masa aksi lainnya yang anarkis keluar dari kontrol Dewan.

“Sampai saat ini kami juga belum terlalu tahu penyebab ricuhnya. Padahal kami sudah menerima beberapa elemen bahkan dari jam sepuluh terus menerus sampai jam setengah tiga,” tukas politisi PAN ini.

Ia mengakui pihaknya bersama DPRD Kota Kendari sudah membuat keputusan bersama menolak RUU Omnibus Law. Surat itu telah dikirim ke Pemerintah Pusat disaksikan sejumlah elemen mahasiswa.

“Mudah-mudahan di Jakarta bisa menyikapi kejadian-kejadian seperti ini. Mudah-mudahan juga menjadi pelajaran buat kita semua tentang bangsa dan negara ini,” harapnya.

Ia menambahkan pihaknya menyerap langsung aspirasi dari masyarakat sebagai bentuk dedikasi berbangsa dan bernegara.

“Kami sudah mengimbau pihak Kepolisian untuk pengamanan tidak boleh represif dan yang kami instrusikan minimal gas air mata,” tandasnya. (3).

Terkini