oleh

Mabes Polri: Pengikut MRS Ditembak Karena Serang Polisi Dengan Sajam dan Senpi

Reporter : Andri Sutrisno

KENDARI – Markas Besar (Mabes) Polri menegaskan, bahwa penembakan yang dilakukan anggota Polri terhadap pengikut MRS, dilakukan dengan tegas terukur karena polisi lebih dulu diserang.

Peristiwa itu sendiri bermula saat Polda Metro Jaya berencana memeriksa MRS yang rencananya akan dilakukan pada hari ini, Senin, 7 Desember 2020, setelah dilayangkan panggilan kedua pada pekan lalu.

Namun sebelumnya beredar luas di media sosial bahwa pengikut MRS akan mengawal proses pemeriksaan MRS di Polda Metro Jaya dalam jumlah besar. Atas aitu itu, kepolisian melakukan penyelidikan.

Dalam proses penyelidikan tersebut, anggota Polda Metro Jaya dihadang pengikut MRS dengan menggunakan senjata api (Senpi) dan senjata tajam (Sajam) di Tol Jakarta – Cikampek dini hari.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangan persnya melalui Bidang Humas Polda Sultra, membenarkan, anggota kepolisian Polda Metro Jaya akan membuat laporan perihal penghadangan oleh pengikut MRS.

“Iya benar. Anggota yang dihadang oleh pengikut MRS akan membuat laporan polisi,” ujar Irjen Pol Argo Yuwono saat konfrensi pers, pada Senin, 7 Desember 2020

Menurutnya, koronologi kejadian yang menewaskan enam orang pengikut MRS itu berawal saat mobil anggota kepolisian yang sedang mengikuti kendaraan milik pengikut MRS pada pukul 03.00 Wib.

Saat itu, mobil anggota kepolisian diberhentikan dua kendaraan dan langsung menodongkan senpi dan sajam berupa samurai dan celurit.

“Karena merasa terancam, petugas langsung mengambil tindakan tegas terukur, yang mengakibatkan enam orang pengikut MRS meninggal, dan empat orang lainnya melarikan diri,” jelasnya.

Sedangkan empat orang yang melarikan diri, lanjut Argo, ia telah berkoordinasi dengan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo, akan membantu Polda Metro Jaya dalam pengejaran empat orang tersebut.

“Saya telah berkoordinasi dengan Kabareskrim, dan ia akan memback up Polda Metro Jaya, dalam mencari 4 pelaku lainnya yang melarikan diri,” tutupnya.

Terkini