oleh

MTQ di Sultra Bakal Digelar Virtual Pertengahan September 2020

-Kendari-439 dibaca

Reporter : Rahmat R.

KENDARI – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dijadwalkan akan dilaksanakan April 2020 di Konawe Selatan (Konsel) harus tertunda karena Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang terus berlanjut.

Hal ini membuat Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Sultra harus memutar otak pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut.

Kepala Biro (Karo) Kesra Setda Sultra, Beangga Harianto mengatakan untuk jadwal akan dilaksanakan pada bulan September 2020 ini.

“Kita akan laksanakan pada September 2020 ini, tanggal kita belum tentukan, ” ungkapnya saat ditemui di Kantor Gubernur Sultra, Selasa 01 September 2020.

Ia mengaku dipilihnya pelaksanaan MTQ pada September ini karena MTQ Nasional akan dilaksanakan pada November 2020.

“Di era kenormalan baru, pemerintah pusat memerintahkan kepada kita agar tetap melaksanakan MTQ di daerah untuk menjaring peserta ke MTQ tingkat nasional IX tahun 2020 pada November nanti di Padang. Sehingga penjaringan kabupaten kota harus tetap dan segera kita lakukan,” urainya.

Ia menyebut, untuk peserta sendiri ada 714 orang dari 17 kabupaten/kota. Para peserta ini siap berkompetisi memperebutkan beberapa kategori dalam perlombaan.

Beangga menyebut untuk teknis operasional pelaksanaan MTQ akan dilakukan secara virtual melalui aplikasi vidio conference atau zoom pada September 2020 ini.

“Pesertanya sejak Maret lalu sudah terdaftar, sebanyak 714 peserta perwakilan dari 17 Kabupaten dan kota yang lolos verifikasi berkas. Dimana masing-masing kabupaten dan kota diwakili sekira 40 peserta. Jadi mulai awal Agustus hingga awal September ini kita sudah upayakan beberapa kali rapat membahas persiapan ini. Kami juga sudah panggil 17 Kabupaten dan Kota untuk duduk bersama dan telah disepakati MTQ tingkat Sultra dilaksanakan secara virtual,” beber mantan Pj Sekda Bombana ini.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian Keagamaan Biro Kesra, Musdar menambahkan untuk kategori lomba tetap dilaksanakan semua seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Intinya jika sudah selesai secara virtual, maka para peserta diberi waktu selama 15 menit untuk mengirim vidionya. Sebab bila waktunya lebih lama di khawatirkan jangan sampai diulangi kembali atau direkayasa,” katanya.

Untuk juri sendiri dikurangi karena Covid-19. Sebelumnya 150 orang kini hanya sekitar 20 orang saja.

Terkini