Pangdam Hasanuddin Gelar Silaturahim bersama Insan Pers di Sultra

Reporter : Erlin

KENDARI – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumanggerukka menggelar silaturahim bersama sejumlah insan pers saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jum’at 3 Juli 2020.

Silaturahmi yang berlangsung hidmat disalah satu rumah makan itu dihadiri Komandan Korem (Danrem) 143/Halu Oleo Brigjen TNI Jannie A Siahaan, Kepala Staf Korem (Kasrem) 143/Halu Oleo, Letkol Inf Arif Susanto dan jajarannya.

Andi Sumengerukka mengapresiasi para insan pers di Sultra yang telah menyempatkan diri menghadiri acara tersebut.

“Saya hadir disini untuk meresmikan gedung di RS Dr R Ismoyo dan memang bakal ditingkatkan statusnya dari tingkat empat ke tingkat tiga. Untuk meningkatkan statusnya ini maka harus ada fasilitas-fasilitas. Salah satunya harus ada 100 tempat tidur. Kemudian, harus punya dokter yang praktek disitu. Juga harus memiliki tempat menampung perawat. Inilah yang saya cek,” kata Pangdam Hasanuddun Andi Sumangerukka dalam sambutan.

Jenderal militer dua bintang ini mengungkapkan, pembangunan ruang rawat inap memang diperuntukkan khusus untuk pasien Covid-19. Dimana, pembangunannya sendiri berlangsung. selama satu setengah bulan.

“Pengerjaannya ini satu setengah bulan. Sebenarnya kemarin saya berharap satu bulan sudah selesai, tetapi kearena sesuatu hal sampai satu setengah bulan. Harapan saya bagaimana kita memutus mata rantai Covid 19,” tuturnya.

Pria yang akrab disebut ASR ini menyebut, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang terpapar virus mematikan ini harus cepat mendapatkan penanganan medis.

“Untuk memutus kita harus cepat menemukan siapa yang terpapar. Setelah ditemukan harus cepat diisolasi. Isolasi itu ada dua, ada iolasi mandiri dan ada isolasi rumah sakit,” ujarnya.

Menurutnya, jika semakin banyak rumah sakit yang menyediakan ruang isolasi, maka semakin cepat pula orang-orang yang terpapar Covid-19 tertangani di ruang isolasi.

Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19 di Sultra.

“Kunci protokol kesehatan itu adalah disiplin. Artinya, disiplin itu mematuhi aturan dalam protokol kesehatan. Kalau new normal itu adalah tatanan baru. Tatanan baru itu kita harus menyesuaikan, yang mungkin biasanya keluar tidak pakai masker, sekarang harus pakai masker. Kemudian, kita harus menjaga jarak. Kalau dulu kita bertemu jabat tangan cipika cipiki, sekarang tidak boleh. Kita juga harus menjaga jarak. Menjaga jarak dan setiap saat membawa hand sanitizer untuk membesihkan tangan kita,” pungkasnya.

Sebagai tambahan, sehari sebelumnya Pangdam Hasanuddin meresmikan ruang rawat inap Melati khusus pasien Covid-19 di RS Dr R Ismoyo Kendari.

Iklan dalam Berita Ana Wonua Distributor Oli Total