oleh

Pemkot Kendari Bakal Tambah Gedung Perawatan Pasien Covid-19

Reporter : Febi Purnasari
Editor : Ardilan

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berencana bakal menambah gedung perawatan pasien positif Corona di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari. Hal ini disebabkan peningkatan jumlah pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 yang terus bertambah.

Selain itu Pemkot Kendari melakukan hal tersebut agar masyarakat yang tidak terkena Corona atau dalam hal ini pasien non Covid yang datang tidak perlu merasa was-was.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain mengungkapkan beberapa waktu lalu jumlah pasien positif Covid-19 di daerahnya telah berkurang sehingga banyak warga Kendari yang kurang sehat atau sakit penyakit lainnya sudah datang berobat ke RSUD Kendari seperti kondisi normal atau sedia kala sebelum adanya wabah Covid-19.

Namun, karena saat ini jumlah pasien positif Covid-19 kembali meningkat, pasien non Covid-19 kembali merasa khawatir untuk mendapat pelayanan kesehatan di RSUD Kendari.

“Kita mau memberikan pelayanan kepada masyarakat umum, mereka khawatir dengan covid. Begitu pun sebaliknya kita mau tangani covid saja lalu bagaimana dengan masyarakat umum. Makanya, kita berencana memberikan ruang khusus atau gedung khusus untuk menangani covid ini,” ungkap Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir, Kamis 23 Juli 2020.

Pembangunan gedung khusus pasien covid ini, urai Sulkarnain, akan dibangun dalam waktu dekat. Meski begitu, Politisi PKS ini mengaku gedung tersebut hanya untuk rencana jangka pendek. Sebagai rencana jangka panjang, Pemkot Kendari berencana membangun satu lagi Rumah Sakit

“Kalau Pemerintah Daerah (Pemda) punya dua rumah sakit, kita tidak minta-minta ya. Kita tidak ada yang mau situasinya, kan ini datang tanpa kita duga. Kalau kita punya dua rumah sakit, boleh jadi nanti salah satunya kita fokuskan untuk Covid kalau terjadi wabah, wabah apapun, kita pilih yang satunya,” bebernya.

Soal anggaran pembangunan fasilitas gedung ruang rawat inap baru khusus pasien Covid-19 itu, Pemkot Kendari akan menggunakan dana dari pemerintah pusat.

Terkini