oleh

Pemkot Kendari Gerak Cepat Dorong Pengembangan Kawasan Wisata Sekitar JTK

-Kendari-396 dibaca

Redaksi

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bergerak cepat untuk menggenjot pengembangan potensi pariwisata disekitar Jembatan Teluk Kendari (JTK), sebagai ikon wisata baru di Kota Lulo.

Pasalnya, sejak diresmikan Presiden Jokowi, pada pekan kemarin, JTK telah menyedot ribuan masyarakat Kota Kendari serta dari sejumlah wilayah lainnya di Sultra.

Tingginya angka kunjungan warga ini membuktikan keberadaan JTK sebagai magnet kepariwisataan baru di Kota Kendari, yang membutuhkan pengelolaan yang serius.

Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir dalam sambutannya saat membuka kegiatan Peningkatan Kualitas Tata Kelola Destinasi dan Kapasitas Masyarakat Pelaku Usaha Kepariwisataan tahun 2020 di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa 27 Oktober 2020..

Menurutnya, JTK menjadi tantangan bagi Pemkot Kendari untuk segera mempersiapkan pengembangan kawasan JTK, sehingga wisatawan bisa lebih lama menikmati suasana disekitar JTK.

“Terkait anggaran pengembangan kawasan ini telah disiapkan dan hal ini telah didiskusikan bersama pihak Kementrian PUPR,” terang Sulkarnain Kadir.

Dalam kegiatan yang diikuti kelompok sadar wisata (Pokdarwis), mahasiswa, dan komunitas kepariwisataan ini, Sulkarnain menyebut, kehadiran JTK juga menjadi tantangan bagi dunia kepariwisataan di Kota Kendari.

Untuk itu, Politisi PKS ini berharap kegiatan yang digelar selama tiga hari, sejak 27 hingga 29 Oktober 2020 ini bisa menghadirkan SDM kepariwisataan yang berkualitas khususnya di Kota Kendari.

“Termasuk bagaimana pengelolaan kedepan area kawasan Jembatan Teluk Kendari,” harapnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kota Kendari, Abdul Rifai mengungkapkan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan destinasi pariwisata.

“Untuk meningkatkan kemampuan daya saing pengembangan dan pengelolaan pariwisata serta menciptakan pelayanan prima terhadap wisatawan,” papar Abdul Rifai.

Diungkapkannya juga, kegiatan ini akan menghadirkan pemateri dari kalangan praktisi pariwisata, ketua asosiasi pariwisata, serta dari Disbudpar Kota Kendari.

“Sumber penganggaran kegiatan berasal dari dana alokasi khusus (DAK) non fisik bidang pariwisata tahun anggaran 2020,” pungkasnya.

Terkini