oleh

Program Perau Gadik, Asrun Lio: Targetkan Kota Kendari dan Kota Baubau

Penulis: Sardin.D

KENDARI – Dinas Kebudayaan dan Pendidikan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadirkan program inovasi Perau Gadik. Program Perau Gadik merupakan program inovasi sistem penataan dan pemerataan guru atau tenaga pendidik di Sulawesi Tenggara. Program Perau Gadik menargetkan sasaran utama Kota Kendari dan Kota Baubau.

Kepala Dikbud Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum, Ph.D mengatakan pihaknya targetkan dua kota. Kota Kendari dan Kota Baubau, karena memang kota ini banyak sekolah-sekolah baru.

“Diantaranya kita menambah sekolah baru, SMA dan SMK. jadi ada SMK 12 dan SMK 7 tentu ini memerlukan guru-guru baru. Nah untuk guru-gurunya kita tidak mengankat guru-guru baru, tetapi guru yang sudah ada ini kita lakukan penataan,” ujarnya saat hadir di acara Bincang Kita Mek.Tv Jumat, 24 September 2021.

Baca Juga: Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif, Sekwan Wakatobi Dilapor ke Kejaksaan

Ia juga menerangakan misalnya ada guru baru dari SMA 4 dan pihaknya pindahkan di SMA 12, juga di SMA lainya.

“Kita fokus pada wilayah itu, Kota Kendari yang sekolah-sekolah baru kita memindahkan guru berdasarkan kebutuhan sekolah itu sendiri,” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan karna program Perau Gadik ini memindahkan guru dengan jarak yang dekat dari tempat tinggalnya maka tentu ini juga membuat guru-guru senang, sedangkan guru yang tidak senang misalnya dia guru yang punya banyak teman di sekolah lamanya dan sudah beta ditempat lamanya.

“Nah guru-guru seperti ini yang memngalami kendala, tetapi kedepannya saya kira ini demi siswa-siswa kita membutuhkan guru, meskipun sekarang ini kita belajar online tetapi peran seorang guru tidak bisa tergantikan, karena seorang guru menjadi inti dari proses pembelajaran,” jelasnya.

Baca Juga: Kang Odi Bakal Siapkan Wadah Bagi Pelaku UMKM di Kendari

Selanjutnya Asrun berharap dengan program Perau Gadik ini guru merata, dan mutu pendidikan bisa lebih baik, karna ada pelayanan terbaik terhadap siswa-siswa dengan pemerataan guru.

“Tentu ini juga didukung oleh penambahan guru, jadi disamping kita melakukan upaya-upaya pemerataan tetapi kita juga memperhitungkan rasio jumlah guru ini harus menjadi perhatian pemerintah, karena memang kita masih kekurangan guru atau tenaga pendidik,” tutupnya.

Terkini